Tajuk Utama

Penulis, Tulisan, dan Peradaban

Sukses Melamar Beasiswa

Halaman Depan > Tips - Sukses Melamar Beasiswa
___________________________________________

Bagi Anda yang berstatus pelajar, mahasiswa, alumni, guru, dosen, atau profesi apa pun yang masih memiliki semangat tinggi dalam belajar serta ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tapi terkendala biaya, melamar beasiswa merupakan salah satu alternatif solusi yang menjanjikan. Kalau Anda tertarik untuk mencobanya, silakan baca artikel ini hingga tuntas.

Sebelum Anda mulai membaca, mohon jangan berharap akan mendapatkan tips sukses “mendapatkan” beasiswa. Di sini hanya akan dibahas tentang tips sukses “melamar” beasiswa. Kata “mendapatkan,” maknanya sangat jauh berbeda dengan kata “melamar.” Sukses melamar beasiswa tidak berarti sukses pula dalam mendapatkan beasiswa. Bisa saja Anda hanya sukses melamar, tapi tidak sukses mendapatkannya. Tentu saja, untuk sukses mendapatkan beasiswa, terlebih dahulu Anda harus sukses melamar. Indikator sederhana dari kesuksesan itu adalah Anda mendapat panggilan untuk mengikuti seleksi berikutnya.

Pada kesempatan kali ini, saya belum berani menulis tentang Tips Sukses Mendapatkan Beasiswa karena belum benar-benar berhasil mendapatkan beasiswa melalui perjuangan yang luar biasa. Saya memang pernah sekali mendapatkan beasiswa dan sekali pula mendapatkan tawaran beasiswa. Tapi itu lebih pada keberuntungan, bukan sebagai hasil sebuah perjuangan yang berdarah-darah.

Beasiswa pertama saya dapatkan ketika hendak menempuh pendidikan S2. Beasiswa itu lebih bersifat bujukan agar saya mau melanjutkan kuliah lagi. Beasiswa itu bukanlah hasil kerja keras saya sendiri. Saat itu, saya hanya perlu mengusahakan masuk perguruan tinggi tujuan sebagai syarat untuk mendapatkan beasiswa itu. Jadi sebenarnya saya tidak mengikuti seleksi beasiswanya. Hal ini tentu tidak bisa dijadikan contoh sukses mendapatkan beasiswa. Saya malu kalau harus membahas itu.

Beasiswa kedua masih bersifat tawaran, karena tidak saya ambil. Mungkin tawaran beasiswa kedua ini sedikit lebih bergengsi dibandingkan sebelumnya karena saya harus berusaha sedikit lebih keras untuk mendapatkannya. Saya ditawari beasiswa oleh sebuah kampus di Taiwan untuk studi S3 di sana. Untuk mendapatkannya, saya tidak diam saja. Saya diminta mengirimkan dokumen kelengkapan yang disyaratkan. Berita bagusnya, seleksinya hanya dokumen itu. Tidak ada seleksi lanjutan seperti tes psikologi atau wawancara yang biasa dilakukan untuk seleksi beasiswa sekelas LPDP, Fulbright, DAAD, Australian Award, atau beasiswa bergengsi lainnya.

Tapi sayangnya, saya tidak menerima tawaran beasiswa itu karena sedang menghadapi masalah domestik yang sangat serius. Mohon maaf, masalah itu benar-benar tidak dapat saya ceritakan di sini. Kalau Anda penasaran dengan masalah itu, silakan kirim pertanyaan via e-mail saja. Mohon jangan tanyakan di sini.

Alasan lain kenapa saya tidak menerima tawaran itu karena ditawarkan per semester. Untuk mendapatkan beasiswa semester berikutnya, saya harus menunjukkan kinerja yang bagus pada semester sebelumnya. Boleh dikatakan, tidak ada jaminan saya akan terus diberi beasiswa sampai menyelesaikan pendidikan. Saya kurang sreg dengan skema yang tidak pasti seperti itu. Saya juga butuh kepastian. Saya tidak suka digantung.

Alasan lainnya lagi adalah karena kuliahnya diselenggarakan di Taiwan yang bahasa sehari-harinya bahasa Mandarin. Jangankan belajar bahasa para perempuan cantik bermata sipit itu, belajar bahasa para neng geulis pun saya tidak berhasil. Padahal saya sempat dua tahun setengah berada di lingkungan mereka. Kosakata yang masih bisa saya ingat sampai sekarang hanyalah punten, naon, nuhun, dan... tidak ada kosakata lain.

Kesimpulan cerita di atas adalah, sampai sejauh ini, saya boleh dikatakan baru sukses melamar beasiswa, belum begitu sukses mendapatkan beasiswa. Oleh karena itu, topik tentang kesuksesan melamar beasiswalah yang akan saya tuliskan di sini. Untuk topik ini, Anda tidak perlu ragu. Saya punya pengalaman mumpuni. Hampir setiap lamaran beasiswa yang pernah saya ajukan berujung pada panggilan untuk mengikuti seleksi berikutnya, Bahkan beberapa lamaran sampai pada tahap seleksi akhir yaitu wawancara. Jadi saya bisa dianggap sangat sukses dalam melamar beasiswa.

Tapi sayangnya, saya sering gagal mendapatkan beasiswa yang saya idam-idamkan. Sudah empat kali saya gagal dalam tahap wawancara. Dua kali gagal untuk beasiswa LPDP keluar negeri, yaitu ke Inggris dan Australia. Satu kali gagal untuk beasiswa Fulbright ke Amerika Serikat. Dan satu kali untuk beasiswa dari salah satu kampus di Inggris sana. Untuk yang di Inggris, wawancaranya via Whatsapp Video Call. Kalau misalnya diadakan secara tatap muka langsung, saya mungkin tidak akan mengikutinya. Ke mana saya harus mencari modal untuk membeli tiket pesawat ke sana.

Alasan semua kegagalan wawancara itu sangat sederhana. Saya kurang terampil berbicara dalam Bahasa Inggris. Sekarang saya baru sadar diri. Ternyata saya ini punya kemauan besar, tapi kemampuan kecil. Saya ingin kuliah ke luar negeri, tapi kemampuan berbahasa Inggris masih memprihatinkan.

Oke. Kita kembali ke pokok pembicaraan utama sesuai judul di atas. Tips sukses melamar beasiswa yang akan saya bahas di sini sangat sederhana, hanya ada tiga. Tips pertama, pastikan Anda memiliki dokumen yang disyaratkan oleh lembaga yang menawarkan beasiswa itu. Persyaratannya itu apa saja, tidak akan dibahas di sini. Sebab, masing-masing lembaga yang menawarkan beasiswa memiliki persyaratan masing-masing. Tapi bisa dipastikan kalau tidak ada satu pun lembaga pemberi beasiswa yang mensyaratkan uang hantaran, seserahan, atau mas kawin. Jadi Anda tidak perlu menyiapkan itu.

Tips kedua, pastikan Anda mengirimkan dokumen-dokumen itu. Kalau misalnya Anda memiliki semua dokumen persyaratannya, isinya pun memenuhi syarat. Akan tetapi Anda tidak mengirimkannya, atau Anda tidak mengunggahnya pada laman yang disediakan, atau Anda sudah mengunggah semua dokumen itu, tapi lupa menekan tombol submit atau kirim. Maka, bisa dipastikan Anda akan gagal melamar beasiswa itu. Anda tidak akan dipanggil mengikuti seleksi berikutnya. Jadi sekali lagi saya ulangi, pastikan Anda mengirimkan, mengunggah dan menekan tombol submit atau kirim, sehingga dokumen itu sampai ke tangan yang berhak menerimanya.

Tips ketiga, pastikan alamat pengiriman benar. Hal ini sangat penting agar dokumen-dokumen Anda sampai ke alamat yang tepat. Jangan sampai dokumen itu malah nyasar ke calon mertua Anda. Jangan mentang-mentang Anda melamar beasiswa sambil melamar calon istri, membuat Anda kehilangan fokus. Pastikan alamatnya tidak tertukar antara alamat lembaga yang menawarkan beasiswa dengan alamat calon mertua Anda. Kalau alamat yang Anda tuju sampai tertukar, kemungkinan terburuknya Anda akan gagal dalam kedua lamaran itu. Anda gagal mendapat beasiswa sekaligus gagal mendapat istri. Kecuali kalau tawaran beasiswa itu datang dari calon mertua Anda. Sangat mungkin Anda malah akan mendapat keduanya sekaligus. Itu namanya Anda sudah jatuh tertimpa tangga.

Demikianlah pembahasan tentang Sukses Melamar Beasiswa. Semoga tulisan ini dapat menyukseskan lamaran Anda ke lembaga yang menawari beasiswa. Saya rasa tidak ada lagi yang perlu ditanyakan. Informasi di atas sudah sangat lengkap, valid, dan bermutu. Tapi kalau Anda memaksa ingin bertanya, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih atas perhatiannya. Salam sukses selalu.

_____________________________________

Komentar

  1. Baper betulan pas di bagian "saya tidak mau digantung."
    Saya guru saya juga mudah tertarik dan suka pada beasiswa. Adakah untuk guru???

    BalasHapus
  2. Sering digantung gaje juga Buk ya? hehe...
    Beasiswa Pendidik dari LPDP juga ditawarkan untuk guru. Cari saja kata kuncinya "Beasiswa Pendidik LPDP". Fullbright juga menawarkan beasiswa untuk guru yang mau melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di AS. Jepang juga menawarkan beasiswa pelatihan untuk guru. Kemenag juga menawarkan beasiswa untuk guru agama. Banyak kok.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar positif dan membangun untuk kebaikan kita bersama. Terimakasih.