Diposting oleh
Feri Noperman
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Media sosial bukan pelarian yang tepat. Itu malah menambah
beban penderitaannya. Terutama ketika dia mendapati postingan teman-temannya
dengan keluarga lengkap atau dengan pacar mereka masing-masing.
Memainkan berbagai macam aplikasi permainan juga bukan
solusi yang efektif. Dia malah makin pusing, jengkel, dan marah karena tak satu
pun permainan itu yang benar-benar disukainya, apalagi dikuasainya.
Semangat hidupnya sempat kembali tumbuh ketika beberapa
waktu lalu Siska memberanikan diri untuk kembali mendekatinya dan meminta maaf.
Waktu itu, konsekuensi yang harus ditanggung Siska tentu saja berat. Dia harus
ikut-ikutan dikucilkan dan menerima olok-olokan dari siswa lainnya. Namun, dia
bergeming dan memilih tetap menemani Vania. Mereka pun kembali akrab. Kesepian
Vania pun langsung terobati.
Sayangnya, kebersamaan itu pun hanya berlangsung sesaat.
Tidak tahu sebabnya, tiba-tiba Siska ikut menghilang. Sudah seminggu lebih dia
tidak datang ke sekolah tanpa kabar sama sekali.
Kini Vania kembali sendiri. Benar-benar sendiri. Di rumah
maupun di sekolah. Taman belakang kelas tak mampu lagi menghiburnya. Air mata
tidak lagi mampu menjadi sarana untuk menguras kepedihan hatinya. Semakin dia
menangis, semakin kepedihannya menumpuk saja. Bahkan dia tak mampu lagi
menangis karena sudah tidak ada lagi air mata yang tersisa.
Satu-satunya alasan yang membuatnya masih berangkat ke
sekolah hanyalah ayahnya. Berhasil menyamarkan kesedihan agar tidak tampak di
mata ayahnya adalah satu hal yang membuatnya merasa sedikit lega. Membuat
ayahnya tersenyum melihatnya melangkah penuh semangat ke sekolah adalah sumber
kelegaan lainnya.
Namun itu pun bersifat sementara. Ketika dirinya mulai lepas
dari tatapan ayahnya, sekujur tubuhnya langsung menampakkan suasana hatinya
yang sesungguhnya. Langkah kakinya kembali gontai. Raut wajahnya kembali kusut.
Pikirannya langsung semrawut. Tatapannya tampak sayu. Dia langsung berubah
menjadi mayat hidup.
Selesai jam sekolah, dia tidak langsung pulang ke rumah. Dia
tidak ingin melihat Miranda. Perasaan muak, marah, benci, dan perasaan-perasaan
negatif lainnya terhadap wanita itu masih bersemayam di hatinya.
Kebaikan-kebaikan yang ditunjukkan Miranda masih belum bisa mengatasi perasaan
negatif itu.
Vania makin sering berjalan tanpa arah. Di telusurinya
trotoar ibu kota sampai benar-benar merasa lelah. Setelah tidak kuat lagi
berjalan, barulah dia memesan taksi dan pulang ke rumah. Hanya dengan begitu
dia bisa menghentikan pikirannya bekerja.
Ketika Miranda bertanya kenapa pulang terlambat, dia pun
langsung menyebutkan semua ekstrakurikuler di sekolah. Dia pun berbohong dengan
berkata kalau dia mengikuti semua kegiatan itu. Padahal tidak sama sekali.
Setelah mendengar jawaban itu, biasanya Miranda tidak
bertanya lagi. Selesailah obrolan mereka berdua. Vania bisa masuk kamar dengan
tenang lalu langsung tertidur pulas.
Walaupun sudah berusaha sekuat tenaga untuk tidak memikirkan
semua yang sedang dihadapinya, tetap saja ada sesuatu yang mengganjal di
pikiran Vania. Semakin lama dia semakin merasa aneh dengan tindakan Miranda di
rumahnya. Dia pun memutuskan untuk menyelidiki kenapa perempuan itu bersikap
dan berbuat seperti itu.
Selesai jam sekolah di suatu siang, dia tidak langsung
berjalan menelusuri trotoar seperti biasanya, melainkan duduk di halte tepat di
samping gerbang sekolah. Pikirannya langsung bekerja untuk mencari tahu siapa
orang yang mengenal Miranda dengan baik.
Setelah dipikir-pikirnya, hanya ada tiga orang yang termasuk
kategori itu. Nama pertama adalah ayahnya sendiri. Tapi dia tidak mungkin
menginterogasi ayahnya.
Nama kedua adalah Angela. Namun, dia juga tidak mungkin
bertanya pada wanita itu. Selain karena dia adalah bos besar di perusahaan
ayahnya, Angela juga sama memuakkannya dengan Miranda. Mereka sama-sama
berusaha menggoda ayahnya hingga membuat bunda Karin meninggal dunia.
Berarti tinggal tersedia satu pilihan. Itu adalah Ratmi. Hanya nama itu yang tersisa untuk ditanyai. Perempuan itu tampak polos dan tulus. Dia pasti akan memberikan jawaban apa adanya
--------------------
Kembali ke bagian sebelumnya < Daftar Isi > Lanjutkan ke bagian berikutnya
Baca Juga:
Komentar
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar positif dan membangun untuk kebaikan kita bersama. Terimakasih.