Tajuk Utama

Penulis, Tulisan, dan Peradaban

Mengembangkan Kreativitas tanpa Batas

Halaman Depan > Tips - Mengembangkan Kreativitas tanpa Batas

Kembali ke > Penulis Pemula
___________________________________

Perkembangan dan perubahan zaman makin mempertegas pentingnya kreativitas dimiliki seseorang. Jika tidak kreatif, bisa-bisa ia kalah dari persaingan dan tersingkir. Pada akhirnya, banyak masalah yang akan dihadapi yang dapat berujung pada stres dan depresi.

Kreativitas adalah senjata utama untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang dapat dieksekusi menjadi karya atau produk kreatif. Berita baiknya, kreativitas bukanlah anugerah untuk orang-orang berbakat saja, melainkan bisa dimiliki semua orang.

Banyak model kreativitas yang telah diajukan oleh para pakar untuk menjelaskan darimana sumber kreativitas. Namun, satu model yang paling sederhana dan telah diterima banyak pakar adalah model yang diajukan oleh Amabile. Menurut Amabile (1998), kreativitas merupakan perpaduan antara keahilan, keterampilan berpikir kreatif, dan motivasi (lihat gambar).

Keahlian

Keahlian merupakan perpaduan antara pengetahuan dan pengalaman. Pengetahuan dapat diperoleh dari mana saja terutama dari kegiatan menyimak, membaca, mengamati sekitar, serta mengalami dan melakukan sendiri. Semua orang punya kesempatan belajar yang sama untuk menambah pengetahuan. Untuk mendapat pengetahuan, tidak harus pergi ke sekolah. 

Sementara pengalaman terbentuk dari semua aktivitas atau kegiatan yang dilakukan sepanjang waktu. Pengalaman dapat membuat pengetahuan menjadi lebih permanen dan bermakna.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling tidak dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk benar-benar menguasai dan ahli di bidang tertentu. Tentu saja dengan catatan bahwa rentang waktu itu digunakan untuk belajar dan mengembangkan diri, terutama untuk mendalami bidang keahlian yang sudah dipilih.

Untuk meningkatkan keahlian, fokuslah terhadap suatu bidang lalu berdisiplinlah menguasai segala hal terkait bidang itu secara mendalam. Banyak-banyaklah membaca, menyimak, mengamati, mencoba, melakukan hal-hal baru terkait bidang tersebut sehingga pengetahuanmu menjadi lebih luas dan lebih mendalam. Seiring berjalannya waktu, kamu akan menjadi ahli di bidang tersebut.

Keterampilan Berpikir Kreatif

Bagaimanapun, banyak pengetahuan dan pengalaman saja tidak cukup. Semua itu menjadi percuma jika tidak diimbangi dengan keterampilan berpikir kreatif. Tanpa keterampilan ini, tidak mungkin kreativitas dapat muncul. 

Keterampilan berpikir kreatif merupakan keterampilan menghubungkan berbagai hal sehingga membentuk ide atau gagasan baru. Metode menghubungkan berbagai hal itu dapat dipelajari dari buku-buku Edward Bono. Beliau mengenalkan konsep Berpikir Lateral sebagai nama lain dari keterampilan berpikir kreatif. Di dalam banyak bukunya, beliau mengenalkan teknik-teknik dalam menghubungkan segala sesuatu sehingga menghasilkan ide kreatif. Untuk melatih dan mengembangkan keterampilan berpikir kreatifmu, silakan cari, baca, dan praktekkan teknik-teknik itu.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif bukanlah bakat atau kemampuan bawaan yang hanya dimiliki orang-orang tertentu. Keterampilan ini dapat dipelajari, dilatih, dan dikuasai semua orang. Memang, setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam melatih dan mengembangkan keterampilan berpikir kreatifnya. 

Kesimpulannya sederhana, jika ingin memiliki kreativitas tanpa batas, rajin-rajinlah melatih keterampilan berpikir kreatif. 

Motivasi

Kreativitas tidak serta merta muncul hanya dengan bekal keahlian dan keterampilan berpikir kreatif. Ada hal lain yang tidak kalah pentingnya yang juga mempengaruhi tingkat kreativitas kreativitas seseorang. Hal lain itu adalah motivasi. Tanpa motivasi, tidak ada alasan atau penggerak seseorang untuk berpikir kreatif. Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki menjadi tidak berguna jika tidak diolah menjadi sebuah ide atau gagasan kreatif melalui aktivitas berpikir kreatif. 

Paling tidak ada dua jenis motivasi yang mempengaruhi kreativitas seseorang yaitu motivasi instrinsik dan ekstrinsik Seseorang yang rela menghabiskan waktu berjam-jam membuat karya seni karena menyukai aktivitas tersebut dan merasa senang dalam menjalaninya adalah contoh dari motivasi instrinsik. Motivasi jenis ini melekat pada aktivitas yang dilakukan. Sebaliknya, jika orang tersebut melakukan kegiatan berkarya karena iming-iming dari luar, misalnya agar mendapat pujian dari orang lain atau ingin mendapat keuntungan finansial, maka itu disebut motivasi ekstrinsik. 

Hasil riset menunjukkan bahwa motivasi yang paling mempengaruhi kreativitas adalah motivasi instrinsik. Motivasi ekstrinsik cepat pudar dan hilang, terutama jika apa yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang didapatkan. Sementara motivasi instrinsik lebih bertahan lama. Seseorang yang memiliki motivasi instrinsik, tidak bergantung dengan keadaan di luar dirinya atau hasil yang dicapai setelahnya. Dia lebih mudah menikmati prosesnya.

Jika kamu ingin memiliki kreativitas yang mumpuni, tumbuhkanlah motivasi instrinsik terhadap sesuatu. Ikuti kata hatimu. Jalani dan lakukan sesuatu yang benar-benar kamu minati dan kamu senang melakukannya. Itu adalah sumber motivasi instrinsik yang luar biasa.

Kesimpulan

Jadi, untuk menumbuhkan, menjaga, dan mengembangkan kreativitas tanpa batas, kita harus terus meningkatkan keahlian, melatih keterampilan berpikir kreatif, serta menjaga motivasi instrinsik. Banyak membaca dan mencoba hal-hal baru adalah kunci dari meningkatkan pengetahuan dan pengalaman. Latihan menulis secara terus menerus merupakan salah satu cara terbaik untuk mengasah dan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif. Sementara itu, meluruskan niat adalah cara paling efektif untuk menjaga motivasi tetap tinggi.

Referensi: Amabile, T. M. (1998). How to Kill Creativity. Harvard Business Review, September-Oktober 1998, 77–87.

___________________________________________

Halaman Depan

Tips

Komentar